Banyak orang yang terkadang merasa kurang nyaman apabila
mendengar kata asuransi, apalagi ditambah kata Agen, “Agen Asuransi”, sudah
cukup bagi Anda untuk bisa membayangkan orang yang akan menelepon Anda dan
menawarkan berbagai produk yang Anda rasa Anda tidak perlukan saat ini, dan
Anda sudah cukup tahu sangat banyak mengenai
hal itu, dan Anda merasa terganggu karenanya.
Namun di blog ini, saya
akan mencoba membagi pengalaman saya sebagai Agen Asuransi, di salah satu
perusahaan Asuransi terbesar dunia, tentang pengalaman saya serta
manfaat-manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menjadi pemegang polis asuransi.
Saya juga akan mencoba berbagi tentang hal-hal yang mungkin ingin Anda ketahui
tentang manfaat asuransi, hak, kewajiban, dan syarat-syarat yang bisa Anda
pelajari sebelum Anda memilih Asuransi yang tepat bagi proteksi Anda dan
keluarga tercinta.
Terkadang, kita kurang menyadari pentingnya berasuransi, sehingga banyak yang menunda-nunda, dan akhirnya saat kejadian yang tidak diinginkan datang meninpa kita, barulah kita biasanya menyesal. Kami tidak pernah mengharapkan kejadian buruk menimpa Anda, justru perusahaan asuransi selalu berharap semuanya baik-baik saja, karena kalau tidak ada klaim, berarti kami pun tidak perlu membayar, bukan? Untuk itu perlu kita sadari bahwa asuransi adalah untuk kepentingan kita, untuk keluarga kita sendiri. Terutama bagi Anda yang bekerja wiraswasta ataupun karyawan swasta, Anda bisa menjadikan asuransi ini sebagai jaminan hari tua Anda, juga jaminan masa depan bagi keluarga Anda, anak-anak, suami, istri, dan orang-orang yang Anda cintai.
Ada kejadian yang sangat mengharukan, yang mungkin dapat Anda ambil hikmahnya :
"Seorang penjual sate di Sumatera Barat, Pak Saleh, sudah bekerja sebagai penjual sate selama 32 tahun, saat 4 tahun terakhir, beliau menjadi nasabah asuransi kami. Kami sempat agak lupa dengan Pak Saleh ini, hingga akhirnya, saat kami melintas di depan tempat ia biasa berjualan, kami menemukan bahwa tempat usaha tersebut kosong. Penasaran kami pun menanyakan pada pedagang lain di tempat tersebut, dan kami mendapat informasi bahwa Pak Saleh sudah tidak berjualan selama lebih dari dua bulan lantaran sakit. Sebagai Agen, kami pun mendatangi rumah Pak Saleh, yang alamatnya kami ketahui karena beliau adalah nasabah kami. Di sana kami menemukan Pak Saleh tengah menderita penyakit usus yang akut, lalu dengan arahan dari kami, bahwa Pak Saleh berhak untuk mendapatkan biaya perawatan dari kami, maka kami pun membawa Pak Saleh ke rumah sakit, untuk menjalani operasi. Namun, kita hanya manusia, hanya sebatas itu usaha yang terbaik yang bisa kita lakukan, karena Tuhan berkehendak lain. Pak Saleh dipanggil Tuhan empat bulan kemudian. Kami yang mengetahui kenyataan ini sangat berduka, dan kami langsung mengurus segala hal yang menjadi hak Pak Saleh sebagai nasabah kami. Akhirnya, dengan rasa suka cita, kami serahkan uang pertanggungan milik Pak Saleh, kepada keluarga yang diwakili oleh istri Pak Saleh, sesuai dengan apa yang Pak Saleh inginkan dan bayarkan preminya kepada kami. Rupanya selama ini Pak Saleh belum memiliki rumah sendiri, sehingga dengan uang yang didapat ini, keluarga Pak Saleh bisa membeli rumah yang layak bagi keluarganya. Sungguh suatu hal yang membahagiakan bagi kami, bisa membantu keluarga-keluarga seperti Pak Saleh ini. Walaupun Pak Saleh sudah tidak bersama keluarganya lagi, tapi kami telah berhasil membantu Pak Saleh untuk meraih salah satu mimpinya untuk memiliki rumah yang layak bagi keluarganya.
Semoga hal ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua."
Ada kejadian yang sangat mengharukan, yang mungkin dapat Anda ambil hikmahnya :
"Seorang penjual sate di Sumatera Barat, Pak Saleh, sudah bekerja sebagai penjual sate selama 32 tahun, saat 4 tahun terakhir, beliau menjadi nasabah asuransi kami. Kami sempat agak lupa dengan Pak Saleh ini, hingga akhirnya, saat kami melintas di depan tempat ia biasa berjualan, kami menemukan bahwa tempat usaha tersebut kosong. Penasaran kami pun menanyakan pada pedagang lain di tempat tersebut, dan kami mendapat informasi bahwa Pak Saleh sudah tidak berjualan selama lebih dari dua bulan lantaran sakit. Sebagai Agen, kami pun mendatangi rumah Pak Saleh, yang alamatnya kami ketahui karena beliau adalah nasabah kami. Di sana kami menemukan Pak Saleh tengah menderita penyakit usus yang akut, lalu dengan arahan dari kami, bahwa Pak Saleh berhak untuk mendapatkan biaya perawatan dari kami, maka kami pun membawa Pak Saleh ke rumah sakit, untuk menjalani operasi. Namun, kita hanya manusia, hanya sebatas itu usaha yang terbaik yang bisa kita lakukan, karena Tuhan berkehendak lain. Pak Saleh dipanggil Tuhan empat bulan kemudian. Kami yang mengetahui kenyataan ini sangat berduka, dan kami langsung mengurus segala hal yang menjadi hak Pak Saleh sebagai nasabah kami. Akhirnya, dengan rasa suka cita, kami serahkan uang pertanggungan milik Pak Saleh, kepada keluarga yang diwakili oleh istri Pak Saleh, sesuai dengan apa yang Pak Saleh inginkan dan bayarkan preminya kepada kami. Rupanya selama ini Pak Saleh belum memiliki rumah sendiri, sehingga dengan uang yang didapat ini, keluarga Pak Saleh bisa membeli rumah yang layak bagi keluarganya. Sungguh suatu hal yang membahagiakan bagi kami, bisa membantu keluarga-keluarga seperti Pak Saleh ini. Walaupun Pak Saleh sudah tidak bersama keluarganya lagi, tapi kami telah berhasil membantu Pak Saleh untuk meraih salah satu mimpinya untuk memiliki rumah yang layak bagi keluarganya.
Semoga hal ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua."
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan apabila ada hal-hal
yang ingin Anda tanyakan, saya dengan senang hati akan mencoba berbagi
pengalaman serta memberikan solusi yang terbaik bagi Anda.



Post a Comment